Babad Sayu Wiwit

Poster Promo-BASA

Perang Bayu

Perang Bayu (1771-1773) adalah perlawanan rakyat terhadap penjajahan VOC-Belanda yang diantaranya disebabkan oleh Pembuangan Pangeran Agung Wilis ke Banda dan Pengangkatan Tumenggung Raden Mas Kartanegara serta Tumenggung Jaksanagara yang merupakan ‘orang luar’ Balambangan.

Lebih-lebih, hal ini dibarengi dengan penunjukan pejabat-pejabat asing dari luar Balambangan untuk memerintah di Balambangan. Inilah yang menyebabkan memunculkan gerakan perlawanan di bawah Mas Rempeg Jagapati dan Kawan-kawan di Bayu (1771-1773) yang terisnspirasi perjuangan Pangeran AgungWilis tiga tahun sebelumnya (1767-1768).

Babad Sayu Wiwit

Ulasan lebih lengkap mengenai Perlawanan Rakyat Balambangan dalam Perang Bayu di bawah pimpinan Pangeran Pakis/Mas Rempeg Sang Jagapati [V] telah kami bahas Panjang lebar dalam Buku Sebelumnya yang berjudul “Babad Jagapati (terbit tahun 2023)”.

Adapun dalam buku lanjutannya yang berjudul “Babad Sayu Wiwit” ini kita akan fokus kepada sosok pahlawan wanita Balambangan tersebut.

Babad Sayu Wiwit direncanakan selesai ditulis dan dicetak pada Januari 2026 dengan maksud untuk mengenang 253 tahun akhir perjuangan Sayu Wiwit, karena pada bulan ini di tahun 1773, Sayu Wiwit tertangkap oleh patrol VOC-Belanda di bawah Vaandrig Fischer yang sedang memburunya.

Otoritas VOC-Belanda menghargai kepala Sayu Wiwit senilai 100 ronde matten kepada siapa saja yang berhasil menangkapnya hidup atau mati.

Betapa berbahayanya tokoh Sayu Wiwit ini karena sepeninggal Mas Rempeg, kepemimpinan dalam perjuangan di Bayu dilanjutkan oleh dua orang seperti amanatnya, yakni oleh sang adik, Mas Jagalara, dan wakilnya, Sayu Wiwit.

Isi Buku Ini

Demikianlah, buku ini berusaha mengajak pembaca untuk menelusuri asal-usul Sayu Wiwit, sang tokoh utama. Namun, mula-mula pembaca akan diperkenalkan dengan profil singkat Kerajaan Balambangan;

Mulai dari Ringkasan Sejarah Pra-Balambangan dan dilanjutkan dengan Ringkasan Sejarah Kerajaan Balambangan (1478-1736) yang meliputi: Berdirinya (sejak 1478), Kejayaannya (sejak 1501), Kemundurannya (sejak 1691), dan Runtuhnya (sejak 1767).

Sesudah itu semua barulah pembaca akan diperkenalkan dengan sosok Sayu Wiwit, termasuk menjawab pertanyaan-pertanyaan; Bagimana silsilahnya? Mengapa ada dua Sayu Wiwit dalam Babad Tawangalun? Apa Hubungan Mas Rempeg dengan Sayu Wiwit? Bagaimana Sayu Wiwit bergelar Susuhunan Ratu Gunung Raung? dan sebagainya.

Penulis mengharapkan maklum kepada sidang pembaca bila mana terdapat kekurangan di sana-sini dalam penyusunan buku ini. Semoga buku ini dapat beredar lebih luas sehingga manfaatnya juga dapat dirasakan oleh generasi muda dan masyarakat luas. Amin!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Selanjutnya

LAMAJANG TIGANGJURU = BALAMBANGAN?

DAFTAR ISI Hide Wilayah Lamajang TigangjuruApakah Balambangan salah satu Juru di Tigangjuru?Para Penguasa Lamajang TigangjuruRuntuhnya Lamajang TigangjuruKesetiaan Malambangan…