Pertempuran Gegodog 1676

….”π‘‚π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘”-π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘¦π‘Žπ‘˜π‘–π‘›π‘– π‘π‘Žβ„Žπ‘€π‘Ž π‘‘π‘–π‘Ž π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘’π‘šπ‘’π‘– π΄π‘™π‘™π‘Žβ„Ž 𝑑𝑖 β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘Žπ‘˜β„Žπ‘–π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘šπ‘’π‘›π‘—π‘Žπ‘€π‘Žπ‘: “π΅π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘Ÿπ‘–π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘™π‘– π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘—π‘Žπ‘‘π‘– π‘π‘Žβ„Žπ‘€π‘Ž π‘π‘Žπ‘ π‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘’π‘π‘–π‘™ π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑖𝑧𝑖𝑛 π΄π‘™π‘™π‘Žβ„Ž π‘‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘™π‘Žβ„Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘π‘Žπ‘ π‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘π‘’π‘ π‘Žπ‘Ÿ”. π΄π‘™π‘™π‘Žβ„Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘Žπ‘šπ‘Ž π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘”-π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘ π‘Žπ‘π‘Žπ‘Ÿ.”
~𝐐𝐒 𝐀π₯-𝐁𝐚πͺ𝐚𝐫𝐚𝐑, 𝟐: πŸπŸ’πŸ—

Pertempuran Gegodog

Pertempuran Gegodog adalah satu pertempuran penting yang menentukan sejarah Jawa dalam beberapa abad.

Operasi militer dalam Perang Trunajaya ini cukup menggemparkan, karena data-data sejarah, baik primer maupun sekunder selalu menyajikan jumlah pasukan Mataram yang jauh lebih besar, namun dapat dikalahkan oleh pasukan Madura-Makassar yang jauh lebih kecil.

Banyak perdebatan bahkan kontroversi hadir, serta muncul berbagai argumen yang membantah data-data sejarah tersebut, bahkan tak jarang yang menganggapnya sebagai hal yang mustahil.

Kendati demikian, pertempuran ini adalah fakta, walaupun jumlah pasti dari pasukan kedua belah pihak masih simpang siur, namun yang jelas rasio perbandingan keduanya ini memang demikian adanya.

Melacak Data Primer

Perdebatan ini dapat diselesaikan dengan pencarian data sejarah yang valid. Hal ini dapat dijawab dengan metode sejarah, yang di dalamnya dikenal klasifikasi sumber sejarah berdasarkan usia atau waktu sumber tersebut ditulis, yakni sumber sejarah primer, dan sumber sejarah sekunder.

Sumber sejarah primer ialah catatan sejarah yang ditulis di waktu yang bersamaan dengan sebuah peristiwa sejarah. Sedangkan sumber sejarah sekunder ialah tulisan sejarah yang dibuat beberapa waktu bahkan jauh setelah suatu peristiwa sejarah telah usai.

Sumber primer adalah prioritas utama. Apabila data pada sumber sejarah primer dan sekunder berbunyi sama atau serupa, maka keduanya dapat digunakan, namun bila keduanya bertentangan, maka data pada sumber sejarah sekunder gugur secara otomatis, dan sumber sejarah primer lah yang dapat digunakan.

Perbandingan Jumlah Pasukan

Setidaknya terdapat dua sumber primer yang menyebutkan jelas angka jumlah pasukan kedua belah pihak pada Pertempuran Gegodog, 13 Oktober 1676, yakni:

  1. π·π‘Žπ‘”β„Žπ‘Ÿπ‘’π‘”π‘–π‘ π‘‘π‘’π‘Ÿ 23 Oktober 1676
  2. Salinan Surat (sekaligus gertakan) Panembahan Maduretna pada Gubernur Jenderal VOC yang dimuat dalam π·π‘Žπ‘”β„Žπ‘Ÿπ‘’π‘”π‘–π‘ π‘‘π‘’π‘Ÿ 7 November 1676

π·π‘Žπ‘”β„Žπ‘Ÿπ‘’π‘”π‘–π‘ π‘‘π‘’π‘Ÿ 23 Oktober 1676 menyebutkan bahwa 80.000 tentara agung kekaisaran Mataram yang dipimpin langsung oleh Pangeran Adipati Anom kalah telak oleh hanya 1.500 pasukan gabungan Madura-Makassar.

Angka yang jauh lebih fantastis muncul pada salinan surat Panembahan Maduretna pada Gubernur Jenderal VOC yang dimuat dalam π·π‘Žπ‘”β„Žπ‘Ÿπ‘’π‘”π‘–π‘ π‘‘π‘’π‘Ÿ 7 November 1676.

Di sana disebutkan bahwa pihak Kesultanan Mataram berkekuatan 200.000 pasukan bersenjata dan 100.000 orang biasa, dikalahkan oleh pihak Pangeran Trunajaya yang berkekuatan 200 pasukan bersenjata dan 1.000 orang biasa. Sungguh sebuah jumlah yang sulit dipercaya!

π‘Šπ‘Žπ‘™π‘™π‘Žβ„Žπ‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π΅π‘–π‘ π‘ π‘Žπ‘€π‘Žπ‘.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Selanjutnya

Prasasti Tuban I

Prasasti ini ditemukan di Astana Krebut Desa Bandungrejo, dan disebut Prasasti Bandungrejo atau Prasasti Tuban, berangka tahun 1277…